Kamis, 08 September 2011

KURANG ENERGI PROTEIN

KURANG ENERGI PROTEIN
(KEP)
DYAH UMIYARNI P, SKM, M.Si
• Disebabkan oleh masukan energi dan
protein yang sangat kurang dalam
makanan sehari hari dengan jangka waktu
yang cukup lama
• Pada umumnya KEP, disebabkan oleh :
– Faktor kemiskinan
– Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang
makanan pendamping ASI (MP-ASI) dan
pemberian makanan sesudah bayi disapih
– Pengetahuan mengenai pemeliharaan
lingkungan yang sehat.
Kemisinan, kurang
pendidikan, kurang
ketrampilan
Infeksi Asupan makanan
Yankes Prwtn anak
& bumil
Struktur
politik,ekonomi
Malnutrisi
Persediaan
mkn di RT
Faktor Penyebab Masalah Gizi
Sebab Dasar
Sebab Tidak
langsung
• Tanda paling utama  pertumbuhan fisik yang kurang
normal
• Dengan perawatan khusus anak dapat tumbuh dan
berkembang secara normal
Klasifikasi KEP menurut % Median WHO-NCHS
• KEP Ringan : BB/U 70 – 80 % Median WHO-NCHS
• KEP Sedang: BB/U 60 – 70 % Median WHO-NCHS
• KEP Berat : BB/U < 60 % Median WHO-NCHS
• Pada anak-anak, KEP dapat :
• Menghambat pertumbuhan
• Rentan terhadap penyakit infeksi
• Mengakibatkan rendahnya tingkat kecerdasan
• Pada orang dewasa, KEP dapat
– Menurunkan produktifitas kerja
– Menurunkan derajat kesehatan
– Rentan terhadap serangan penyakit
Gizi Buruk < - 3 SD
Gizi Kurang ≥ - 3 SD s/d < - 2 SD
Gizi Baik ≥ - 2 SD s/d + 2 SD
Gizi Lebih > +2 SD
BB/U
Status Gizi Indeks
Klasifikasi Status gizi berdasarkan Indikator BB/U
yang disajikan dalam Z-Skor
Klasifikasi KEP Menurut Depkes (2000)
Klasifikasi Status gizi berdasarkan Indikator TB/U
yang disajikan dalam Z-Skor
Klasifikasi KEP Menurut Depkes (2000)
Pendek < -2 SD
Normal ≥ - 2 SD s/d + 2 SD
TB/U
Status Gizi Indeks
Sangat Kurus < - 3 SD
Kurus ≥ - 3 SD s/d < - 2 SD
Normal ≥ - 2 SD s/d + 2 SD
Gemuk > +2 SD
BB/TB
Status Gizi Indeks
Klasifikasi Status gizi berdasarkan Indikator BB/TB
yang disajikan dalam Z-Skor
Klasifikasi KEP Menurut Depkes (2000)
• KEP ringan bila tidak ditangani  data jatuh ke
status gizi yang lebih buruk (marasmus,
kwashiorkor, marasmic-kwashiorkor)
KEP Berat / gizi buruk
–Marasmus  kekurangan energi
–Kwashiorkor  kekurangan protein
–Marasmic-kwashiorkor 
Kekurangan energi dan protein
Tanda KLINIS MARASMUS
– Anak kurus, tinggal tulang terbungkus kulit
– Wajah seperti Orang tua
– Cengeng, rewel
– Lapisan lemak bawah kulit sangat sedikit  Kulit
mudah diangkat, kulit terlihat longgar, kulit paha
berkeriput
– Otot menyusut (wasted), lembek
– tulang rusuk tampak terlihat jelas
– terlihat tulang belakang lebih menonjol dan kulit di
pantat berkeriput ( baggy pant )
– Ubun-ubun besar cekung, tulang pipi dan dagu
menonjol, mata besar dan dalam
– Tek. Darah, detak jantung pernafasan berkurang
Marasmus
WASTED
KWASHIORKOR
Tanda-Tanda Klinis
• Oedema (terutama kaki bagian bawah)
• Bentuk muka bulat seperti bulan (moon
face)
• Rambut tipis, warna coklat kemerahan
(pirang/abu-abu dan mudah lepas/mudah
dicabut tanpa rasa sakit
Kwashiorkor
Tanda-tanda klinis pada KWASHIORKOR
• Kulit kering,
hiperpigmentasi dan
bersisik, serta ada
tanda lain  crazy
pavement dermatosis
(bercak-bercak
putih/merah muda
dengan tepi hitam dan
ditemukan pada bagian
tubuh yang sering
mendapat tekanan)
• Hepatomegali
(Pembengkakan hati)

MARASMIC-KWASHIORKOR
Tanda-Tanda Klinis
–Gabungan dari tanda marasmus dan kwashiorkor
–Gangguan pertumbuhan
–Crazy pavement dermatosis
–Rambut tipis, pirang dan mudah dicabut
–Muka seperti orang tua
–Oedema hanya pada anggota gerak bagian bawah
PROGRAM PENANGGULANGAN
1.JANGKA PENDEK
a. Upaya pelacakan kasus melalui
penimbangan bulanan di Posyandu
b. Rujukan kasus KEP dengan komplikasi
penyakit di RSU
c. Pemberian ASI Eksklusif untuk bayi usia
0-6 bulan
d. Pemberian kapsul Vit A
e. Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
pemulihan bagi balita gizi buruk dengan
lama pemberian 3 bulan
f. Memberikan makanan Pendamping ASI
(MP-ASI) bagi balita keluarga miskin usia
6-12 bulan
g. Promosi makanan sehat dan bergizi
2. JANGKA MENENGAH
a. Revitalisasi Posyandu
b. Revitalisasi Puskesmas
c. Revitalisasi Sistem Kewaspadaan
Pangan dan Gizi
3. JANGKA PANJANG
a. Pemberdayaan masyarakat menuju
Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi)
b. Integrasi kegiatan lintas sektoral dengan
program penanggulangan kemiskinan dan
ketahanan pangan
TERIMAKASIH

MALARIA

Miliaria adalah gangguan umum pada kelenjar ekrin yang sering terjadi pada kondisi di mana terjadi peningkatan panas dan kelembaban. (1,2,3,4). Miliaria disebabkan terjadinya sumbatan dari bagian intraepidermal saluran keringat sehingga cairan kelenjar ekrin tertahan di dalam epidermis atau dermis yang terjadi secara mendadak dan menyebar alami (1,2,5,6,7,8,9). Miliaria ditandai dengan adanya papul vesikuler atau pustul yang bersifat milier dan gatal. (5,6,8,10). Sinonim dari penyakit ini adalah biang keringat, keringat buntet, liken tropikus, prickle heat, sweating fever, heat scaling, dermatitis hidrotica, hydroa, heat rash dan sweat blisters. (2,5,11)
Umumnya, miliaria terdapat pada bayi-bayi dengan kondisi yang tidak layak. Namun, seiring dengan pertumbuhan anak, kemungkinannya berkurang sehingga hanya sekitar 40 % dewasa yang mempunyai kecenderungan untuk terkena miliaria. Hal ini tampaknya mencerminkan peningkatan kekuatan stuktur dari saluran ekrin berdasarkan umur, sehingga disamping perkembangan dari penutupan pori dan anhidrosis, ruptur saluran gagal terjadi dan tidak terdapat bentuk vesikel dari miliaria. Di dalam kondisi tropis yang ekstrim dan kronik, jumlah dari orang dewasa yang kemungkinan terkena miliaria terbukti meningkat dari 70 % menjadi 90 %, dan lebih dari 40 % pada kondisi panas yang sedang. Tidak ada predisposisi berdasarkan jenis kelamin ataupun ras dan kondisi ini didapatkan pada semua umur. Paparan panas dalam jangka waktu lama, lingkungan yang lembab, seperti terdapat pada daerah tropis dan pekerjaan yang berhubungan dengan hal itu, memungkinkan untuk terkena miliaria. Miliaria kristalina biasanya diperlihatkan pada umur tua, pasien lemah yang relatif berbaring tidak bergerak di tempat tidur, keadaan yang meminimalkan kemungkinan rupturnya vesikel-vesikel ini. Tidak ada keadaan penyakit yang diketahui memungkinkan sebagai penyebab miliaria.(3)
Data terbaik mengenai insidens miliaria pada bayi baru lahir adalah hasil survey di Jepang pada lebih dari 5000 bayi. Survei ini mengatakan bahwa Miliaria Kristalina didapatkan 4,5 % dari neonatus, dengan usia rata-rata 1 minggu. Miliaria Rubra didapatkan 4 % dari neonatus dengan usia rata-rata 11 – 14 hari. Di seluruh dunia, miliaria paling banyak di lingkungan tropis, utamanya orang-orang yang baru saja pindah dari lingkungan tropis yang temperaturnya lebih panas. Miliaria telah menjadi masalah penting bagi personil tentara Amerika dan Eropa yang bertugas di Asia Tenggara dan Pasifik. (1)

KLASIFIKASI
Ada 4 bentuk miliaria, antara lain :
1.     Miliaria Kristalina
2.     Miliaria Rubra
3.     Miliaria Profunda
Miliaria Pustulosa

Sabtu, 03 September 2011

MAKNA DAN MAANFAAT MENANGIS

Menangislah, jika itu melegakan perasaan, walau tangisan tak mengubah suratan.
menangisMenangis bukan sekedar pelampiasan perasaan. Menangis merupakan reaksi atas tersentuhnya hati oleh sebuah kejadian. Arti air mata yang tercurah saat menangis merupakan ungkapan perasaan atas kebahagiaan, kekecewaan juga kesedihan. Tangis adalah anugerah bagi hidup dan hati agar senantiasa menyadari fitrah kemanusiaan yang begitu indah, tetapi lemah dan tak berdaya atas kuasa Yang Maha Perkasa. Menjadi refleksi ketiadaan juga keterbatasan, tiada yang sempurna di dunia dan tak ada keabadiaan atas fana, semua yang bernyawa akan binasa. Lalu, mengapa kita menangis? Adakah manfaat air mata kita?
Menangis sudah menjadi identitas manusia sejak dilahirkan, bahkan bagi bayi, menangis dapat disimbolkan sebagai pemberitahuan bahwa ada masalah pada bayi, mungkin merasa sakit atau tidak nyaman. Menangis menjadi hal pertama yang bisa dilakukan generasi Adam dan Hawa di bumi ini. Sebelum bisa bicara, sebelum mampu tertawa, sebelum siap berjalan, tangis itu sudah ada pada diri tiap manusia. Tanpa diajarkan pun, semua bayi, semua anak, semua manusia bisa menangis karena tangis merupakan fitrah yang melekat pada kemanusiaan. Tangis merupakan bentuk kepekaan yang bisa menjadi alat pendeteksi perasaan seseorang. Ketika menangis, biarkan menangis, jangan dipendam. Menangis bukanlah kesalahan yang harus dihakimi. Menangis itu kebebasan jiwa untuk mengungkapakan perasaan yang tersimpan, yang tersisa dan terbiar di dasar keinginan.
Terlepas dari berbagai alasan yang melatarbelakangi tangisan, aktivitas mengeluarkan air mata ini ternyata memberikan manfaat, baik secara psikologis, sosial, medis maupun spiritual. Hal ini didasarkan pada beberapa penelitian para ilmuwan yang mengaitkan aktivitas menangis dengan efek psikologis dan medis.
Secara psikologis, menangis mampu membuat perasaan menjadi lebih baik, nyaman, dan tenang karena tangisan dapat membantu menyingkirkan kimiawi stres dalam tubuh. Berkaitan dengan ini, ada 4 manfaat menangis.
1. Meningkatkan mood
Menangis bisa menurunkan tingkat depresi seseorang. Dengan menangis, mood akan  terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena luapan perasaan atau emosi mengandung 24% protein albumin yang bermanfaat dalam mengatur kembali sistem metabolisme tubuh. Air mata tipe ini jelas lebih baik dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.
2. Mengurangi stress
Penelitian menyatakan bahwa air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.
3. Melegakan perasaan
Sepertinya, setiap orang merasakan hal ini setelah menangis. Setelah menangis, berbagai masalah dan cobaan yang mendera, kekesalan dan amarah yang menyesak,  serta goresan sakit hati biasanya berkurang dan muncullah perasaan lega.
Perasaan lega yang dialami seseorang setelah menangis muncul karena sistem limbik, otak dan jantung menjadi lancar. Karena itu, keluarkanlah masalah di pikiran dengan menangis, jangan dipendam karena bisa menjadi tangisan yang meledak-ledak. Malu menagis sesak di dada, tertahan menjadi ganjalan perasaan yang sewaktu-waktu bisa memporakporandakan pertahanan jiwa, rasa bahkan raga.
4. Menjadi penghalang agresivitas
Orang yang sedang memuncak tingkat emosinya, meletup amarahnya biasanya akan berlaku dan bersikap lebih agresif bahkan bisa berdampak destruktif. Emosi yang diluapkan dengan menangis mampu menjadi penghalang agresivitas. Seperti yang diungkapkan Oren Hasson, seorang ilmuwan dari Univesitas Tel Aviv, Israel, bahwa dengan air mata, seseorang sebenarnya tengah menurunkan mekanisme pertahanan dirinya dan memberikan simbol dirinya tengah menyerah.
Pernyataan Orren Hasson mengenai turunnya agresivitas seseorang dengan menagis bisa memberikan sebuah kausalitas terhadap keberadaan dan hubungan seseorang secara sosial. Menangis bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya kepada teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi. Dengan demikian, hubungan sosial bisa menjadi lebih dekat, sehingga mampu memupuk persahabatan yang lebih langgeng. Dalam hubungan kelompok seperti persahabatan atau pertemanan, menangis bisa dianggap sebagai bentuk keterpaduan antara satu dengan lainnya. Bahkan ada beberapa kasus yang mengidentifikasikan bahwa menangis bisa menimbulkan empati seorang musuh untuk tidak menyerang lawannya. Air mata bisa menjadi senjata yang meluruhkan amarah dan kebencian bahkan mungkin peperangan (tentunya bukan air mata buaya!). Karena alasan inilah maka banyak jiwa yang luluh karena tangisan, tersentuh, tergugah bahkan terbelenggu tangisan seseorang..
Meski demikian, menangis tidak akan selalu manjur dalam beberapa kondisi. Oleh sebab itu dalam beberapa kesempatan menangis justru tak dapat memberikan dampak seperti yang diperkirakan. Bahkan sebaiknya dihindari. Dalam bekerja misalnya, aktifitas menangis bahkan sebaiknya tak perlu ditampakkan. Mungkin dalam bekerja menangis justru akan ditanggapi sebagai bentuk kelemahan dan sifat menyerah yang sangat dijauhi dalam dunia kerja. Tapi mungkin tak berlaku untuk profesi yang menuntut empati
Dari segi medis, kegiatan mengundang dan mencurahkan air mata ini memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan, khususnya mata. Manfaat tersebut sebagaimana dikutif dari Beliefnet di antaranya :
  1. Membantu penglihatan. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.
  2. Membunuh bakteri. Air mata berfungsi sebagai antibakteri alami. Tanpa obat tetes mata, sebenarnya mata sudah mempunyai proteksi sendiri. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 % bakteri yang tertinggal hanya dalam 5 menit. Misalnya, bakteri yang terserap dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin, serta tempat-tempat yang mengandung bakteri.
  3. Mengeluarkan racun. William Frey, seorang ahli biokimia yang telah melakukan beberapa studi tentang air mata menyatakan bahwa air mata yang keluar saat menangis karena faktor emosional ternyata mengandung racun. Jadi, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa racun dari dalam tubuh terbawa dan dikeluarkan melalui mata.
  4. Membantu melawan penyakit. Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi. Bagaimanapun, perasaan tertekan dan tersakiti bisa membuat seseorang stres. Endapan stres yang terpendam dengan menahan tangisan inilah yang sering menimbulkan gejala tekanan darah tinggi dan penyakit lainnya yang dipicu oleh stres.
Menangis tak selalu identik dengan sosok perempuan. Setiap raga yang memiliki jiwa pasti pernah menangis, setidaknya menangis dalam hati, menangis ketika masih bayi, dan menangis di hadapan Tuhan. Tangisan tidak selalu berarti kerapuhan, kecengengan atau kelemahan seseorang. Jika tangisan bisa melemahkan seseorang, tangisan pun bisa menguatkan ketegaran seseorang untuk berjuang. Dalam kepasrahan yang dalam, tangisan mampu mengembalikan kesadaran seseorang kan fitrahnya sebagai manusia dan hamba Yang Maha Sempurna, sehingga tangisan mampu melarutkan sebuah jiwa dalam doa yang khusyuk, taubat yang sesungguhnya hingga totalitas penyerahan diri kepada Tuhan.. Ini yang disebut tangisan spiritual.Tangisan ini yang senantiasa dicurahkan oleh para Utusan Tuhan serta kaum yang beriman. Menjadi pengantar kesadaran akan ketidakberdayaan, kelemahan dan kelalaian dalam menghamba. Menjadi penutur sujud, penyerahan dan kepasrahan dalam taubat demi mengharap maaf Yang Maha Pemaaf..Ketika Adam dan Hawa diturunkan ke bumi secara terpisah mereka menangis. Tangis taubat sepasang insan ini merupakan refleksi kesadaran dan realisasi sesal atas  dosa yang telah mereka lakukan. Robbana Ya Robbana dzolamna anfusana waillam tagfir lana watarhamna lana kunanna minal khosirin. Mereka pun kembali menangis saat dipertemukan dan dipersatukan kembali oleh Yang Maha Pengampun untuk melahirkan generasi manusia. Tangis bahagia mereka menjadi ungkapan rasa syukur atas kebesaran-Nya.
Kita sering menangis ketika hati terluka, curhat__mengadukan sejuta masalah, meminta selaksa kemudahan, memohon segudang rezeki dalam hidup kita atau sekedar menyatakan ketidakmampuan menghadapi cobaan hidup kepada Yang Maha Hiidup. Setelah mengadukan semua kepada-Nya, ada setitik tenang dalam hati, setetes spirit untuk kembali memberdayakan ikhtiar hidup di atas keyakinan akan pertolongan-Nya. Doa, dzikir dan air mata mampu menutrisi hati untuk kembali menafaskan-Nya. Di sanalah fitrah itu berkarya, menumbuhkan rasa sakit, menyisipkan luka dan kecewa, memekarkan kebahagiaan, dalam sebuah tangisan yang bermakna agar kita menyadari eksistensi dan kekuasaan Yang Maha Kuasa. Karena itu, menangis yang utama ialah menangis karena dosa, dan tangis yang sempurna adalah tangisan demi Yang Maha Cinta.
Tuhan tidak pernah menghakimi makhluk-Nya. Segala derita dan kemelut masalah bukan karena kehendak dan takdir semata, melainkan karena perbuatan kita sendiri. Maka, jangan menghakimi sebuah tangisan dan bijaklah menghadapi tangisan karena kita tak pernah benar-benar tahu dalamnya rasa hati seseorang. Biarkan menangis. Jika tak mampu meredakan, diamlah. Bila tak ingin menyaksikan, tinggalkan sejenak hingga ia menemukan ruang yang tenang. Mungkin ia butuh waktu untuk meluapkan perasaan. Mungkin juga butuh jeda untuk berdamai dengan perasaan dan kenyataan hingga ia mampu untuk mengungkapkan alasan (karena manusia senantiasa mempertanyakan alasan). Itulah bentuk apresiasi atas tangisan, tak perlu selalu dengan kata-kata karena di suatu keadaan sikap dan perlakuan lebih menunjukkan pengertian dan penghargaan. Hidup dan para pemeran cerita kehidupan butuh apresiasi karena dengan mengapresiasi kehidupan kita akan menemukan makna hidup. Memberi apresiasi yang pantas untuk sebuah tangisan pun merupakan wujud memahami dan mengerti hati orang-orang yang kita cintai.
Menangislah, tapi jangan menangisi untuk mempertanyakan keadilan Tuhan dalam ekspresi ratapan, serta reaksi ketidakyakinan atas kebesaran Yang Maha Besar. Dengan atau tanpa air mata, tangis tetaplah tangis yang mengekspresikan perasaan atas kenyataan, atas keadaan.

Senin, 15 Agustus 2011

praktik fardu kifyaah


PRAKTIK SHALAT JENAZAH 1. Niat melakukan shalat mayit dengan 4 kali takbir
Niatnya: (untuk mayit laki-laki)
Ushallii ‘alaa haadzal-mayyiti arba’a takbiiraatin fardhal-kifaayati ma-muuman lillaahi ta’aalaa
cewe : haadzihil janaazati/mayitati.

2. Setelah takbiratul ihram, yakni setelah mengucapkan “Allahu akbar” sambil meletakan tangan kanan di atas tangan kiri di atas perut (sidakep), kemudian membaca Al-Fatihah, setelah membaca Al-Fatihah lalu takbir “Allahu akbar”

3. Setelah takbir kedua, lalu membaca shalawat:
Allahumma shalli ‘alaa Muhammad

4. Setelah takbir yang ketiga, kemudian membaca doa:
Allahummagh firlahuu warhamhu wa’aafihii wa’fu’anhu.
cewe :firlahaa warhamhaa wa'aafihaa wa fu anhaa.

5. Selesai takbir keempat, lalu membaca:
Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfir lanaa wa lahu.
cewe : ajrahaa, ba' dahaa, wa lahaa

6. Kemudian setelah salam membaca:
As-sallamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.

Minggu, 14 Agustus 2011

PROFIL MTs Al-IKHLAS KEBUN AJAMU



PROFIL MTs Al-IKHLAS KEBUN AJAMU
1.        Nama Yayasan                : Majlis Ta’lim Syi’ar Islam
2.        Nama Madrasah               : MTs AL-IKHLAS KEBUN AJAMU
3.        Status/Akreditasi               : Swasta/ B (Diakui)
4.        Alamat                             : Jl. Terubuk Emplasmen Ajamu
5.        Notaris (Akta Pendirian)     : No. 05 Tanggal 13 Agustus 2010
6.        SIO  ( Baru)                     : No. 130004 Tgl 23 Agustus 2010
7.        NSM (Baru)                     : 121.2.12.10.0049
8.        NPSM                            : 10205471

VISI:
Wujudkan Generasi Islami, Cerdas , Berakhlaqul Karimah, Serta berilmu pengetahuan seimbang baik dunia maupun Akhirat

MISI:
Ø       Mendidik Siswa – Siswi menjadi Generasi Islami   yang beriman dan bertaqwa.
Ø       Mendidik Siswa – Siswi yang taat dan patuh kepada kedua orang tua serta berbakti kepada nusa dan Bangsa.
Ø       Mendidik Siswa – Siswi Terampil dan Berprestasi serta siap menghadapi tantangan – tantangan di masa yang akan datang.
Ø       Mendidik Siswa – Siswi mampu mengikuti Sains dan Teknologi.

Tujuan:
Menciptakan atau melahirkan generasi yang beriman dan bertaqwa, taat dan patuh kepada orang tua, mampu bersaing menhadapi masa depan di era globalisasi.

Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Memilki dedikasi dan Pengalaman yang Profesional sesuai dengan bidang akademik masing-masing baik ilmu agama maupun ilmu umum.
1.        H.BUKHORI HARAHAP, S.Pd.I (Kepala Madrasah)
2.        M.SOFIAN, S.Pd (PKM Education/Guru)
3.        ABDUL RAHMAT, S.Pd.I (PKM Kesiswaan/Guru)
4.        MEKARTINI, S.Pd ( PKM Keuangan/Guru)
5.        SUHARTO, B.A (Guru)
6.        MISNAN (Guru)
7.        SUDARTO, S.Pd (Guru)
8.        YUSRIFIN, S.Pd.I (Guru/Ka.Laboratorium Komputer)
9.        SUGIYANTI, S.Pd, (Guru/Ka. Laboratorium IPA)
10.     LAILATUL HUSNA, A.Md (Guru)
11.     PARSUN, A.Ma.Pd (Guru)
12.     AZLIANTI, S.Pd (Guru)
13.     M.YUSUF (Guru)
14.     SUDARIATI ( Tata Usaha)
15.     SUPADLI (Tata Usaha)

FASILITAS MADRASAH

A.       BIDANG SARANA DAN PRASARANA
«      Kantor Kepala             : 1 Ruang
«      Guru                            : 1 Ruang
«      Ruang Belajar             : 8 Ruang
«      WC                              : 4 Ruang
B.       BIDANG AGAMA                 : 1 Ruang Praktik Ibadah
C.       BIDANG OLAH RAGA
«      Volly Ball                     
«      Tenis Meja                  
«      Catur                          
«      Bola Kaki
«      Takraw                       
D.       BIDANG SAINS dan TEKNOLOGI
«      Labortorium Komputer            : 8 Unit Laptop 1 Unit Komputer
«      Laboratorium IPA
v      KIT IPA PANAS DAN HIDROSTATIKA
v      KIT MEKANIKA
v      KIT OPTIKA
v      MIKROSKOP
E.       SENI
«      NASYID
 



TENTANG MTs AL-IKHLAS KEBUN AJAMU KECAMATAN PANAI HULU KABUPATEN LABUHANBATU

MTs Al-Ikhlas Kebun Ajamu adalah sebuah lembaga pendidikan formal yang sederajat dengan SLTP. MTs Al-Ikhlas Kebun Ajamu merupakan madrasah atau sekolah yang berorientasi pada pendidikan islam. MTs Al-Ikhlas Kebun Ajamu didirikan oleh para karyawan PTPN IV Kebun Ajamu dibawah naungan yayasan PDHBI (Pengurus Dakwah Hari Besar Islam) sekarang telah berubah nama menjadi Yayasan Mejlis Ta'lim Syi'ar Islam Pada tahun 1985. Beberapa nama tokoh yayasan yang menjadi pioner berdirinya MTs Al-Ikhlas Kebun Ajamu Adalah Alm.ustaz Nukman, Alh. Abdul Wahab Ustadz Abdul Halim Hasibuan, dan para tokoh-tokoh yang ada di PDHBI. MTs Al-Ikhlas Kebun Ajamu sampai sekarang sudah dipimpin oleh empat orang kepala sekolah yaitu Bapak Sukardi Muslihan BA, Bapak Abdul Halim Hsb, Bapak Drs Ridwan Syam, dan Bapak Al-Ustadz H.Bukhori Harahap, S.Pd.I (Kepala Madrasah sekarang).MTs Al-Ikhlas Kebun Ajamu sekarang sudah berjaya selama lebih kurang 26 tahun telah banyak mencetak alumni yang berkualitas, berguna bagi agama bangsa dan negara.MTs Al-Ikhlas Kebun Ajamu yang sekarang dimpimpin oleh Bapak Al-Ustadz H.Bukhori Harahap, S.Pd.I dan diasuh oleh para guru yang berkualitas, berpengalaman, loyal dan berdedikasi yang tinggi diantaranya adalah SUHARTO,M.SOFIAN,S.Pd,MISNAN,SUDARTO,S.Pd,MEKRTINI,S.Pd, YUSRIFIN,S.Pd.I, ABDUL RAHMAT, S.Pd.I, SUGIYANTI,SP.d, AZLIANTI,S.Pd, LAILTUL HUSNA, A.Md, PARSUN,A.Ma.Pd, M.YUSUF, SUPADLI, dan SUDARIATI.Semoga MTs Al-Ikhlas semakin maju...Amin